-->

ads

Showing posts with label Wayang Kulit. Show all posts
Showing posts with label Wayang Kulit. Show all posts
Pagelaran wayang kulit dalang Ki Sugino Siswocarito dengan Lakon Petruk Ilang Petele. Merupakan salah satu lakon yang menjadi favorit sebagian banyak orang khususnya pelanggan Alsiraaj.


August 27, 2019
Wayang Kulit Dalang Ki Sugino Siswocarito memang abadi sepanjang jaman. Karakter suaranya yang menggelegar dan suara gamelannya, membuat takjub para pecinta wayang. Bahkan semakin hari semakin bermunculan kaum milenial yang mulai belajar memahami bahasa pewayangan, terlebih dengan munculnya dalang baru dari Cilacap yakni Ki Ulin Nuha.

Blogger Ciamis Menulis
August 26, 2019
May 14, 2018

Ratusan siswa Raudhatul Athfal (RA) maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI) mengikuti pawai taaruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1437 H. Puluhan kendaraan tampak memadati sudut jalanan di wilayah Kecamatan Purwadadi, Rabu (14/10) hari ini.

Siswa RA maupun MI nampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut dan beberapa diantaranya menggunakan kendaraan odong-odong yang biasa digunakan untuk berpiknik.

Walau banyak diantara mereka merasa kelelahan lantaran terik matahari yang cukup menyenangat, namun semangat dalam menyambut tahun baru Islam begitu tinggi. Terbukti dari barisan ibu-ibu yang turut menyemarakkan pawai taaruf dengan memainkan musik hadroh.

Bahkan usai pawai taaruf tersebut, panitia menyediakan doorprize sepeda gunung dan hadiah hiburan seperti buku, alat tulis dan lain-lain. Sedangkan nanti malam tepatnya di Dusun Padaemut digelar pagelaran wayang kulit dalang Margono guna menyambut 1 Muharam dan peresmian jembatan arah Pasung.

Semoga tahun depan semangat dalam menyambut hari besar Islam semakin melekat di hati generasi muda dan tentunya dengan menanamkan nilai-nilai aqidah akhlak serta keislaman dalam hati mereka.
October 14, 2015
Baru pertama kali mendengar nama dalang Ki Langgeng Hidayat dari Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Padahal biasanya dalang yang sering dipakai oleh masyarakat di seputaran LakbokRaya adalah Ki Eko Suwaryo. Karena saya mencintai kebudayaan wayang kulit, akhirnya saya dan istri yang sedang hamil tua mencoba menonton wayang yang berada di Sindanghaji.

Ketika pertama sampai di lokasi, belum terlalu ramai oleh penonton. Akan tetapi setelah penyerahan wayang semar sebagai pertanda permintaan lakon, tamu undangan maupun penonton mulai berduyun-duyun memadati sekitar panggung.

Wayang kulit memang mulai agak malam yakni sekitar jam 9 dan pagelarannya kali ini diawali dengan seni ibing oleh sinden dengan gandrung badut. Berdasarkan pengamatan di lapangan, jumlah nayaga ada 19, pranata acara 1, sinden 8, badut 1 dan ki dalang Langgeng Hidayat sendiri.

Walau terbilang baru di Sindanghaji, rupanya Ki Dalang Langgeng Hidayat dari Gombong ini menarik simpatik, antusiasme maupun rasa penasaran yang tinggi dari penonton. Saya pun berdecak kagum dengan masih banyaknya warga masyarakat Sindanghaji maupun seputaran LakbokRaya yang mencintai kebudayaan wayang kulit. Semoga rasa cinta terhadap budaya tanah air semakin meningkat.

Gembus makanan pengganti beras

Pecel jodohnya gembus
Ups, sebelum saya tutup uraian artikel ini, sebagai pelengkap nonton wayang biasanya beli kacang goreng yang dikemas dengan harga Rp 100,- dan kini kepengen banget makan pecel sama gembus yang konon harganya setinggi langit bak roti belanda lantaran tanaman singkong makin langka. Alhamdulillah bisa beli pecel sama gembus seharga Rp 5.000,- untuk dimakan bareng istri. 

Baca juga:
Kerenggangan Jembatan Ciseel Sudah Mengkhawatirkan 
Memanfaatkan Urine Manusia Untuk Pupuk Cair Organik 
Teknik Pembuatan Wajan Bolic Untuk Penguatan Sinyal Modem/Wifi
October 05, 2015
Dalang Eko Saat Tampil di Bantarsari, Cilacap
Mencintai kebudayaan sendiri tentu banyak kegiatan atau tindakan yang bisa mencerminkan cinta budaya tanah air. Layaknya mencintai pasangan bahwa kita selalu menjaga pasangan, kekasih atau belahan jiwa. Seperti itu pula kita dalam mencintai budaya tanah air yakni dengan tindakan memperhatikan, mengamati dan selalu menjadikan kebudayaan sebagai identitas atau lambang suatu bangsa.

Kegemaran saya menonton wayang kulit memang sudah tertanam sejak kecil, awalnya lebih banyak nonton ketoprak yang biasa tampil sampai pagi. Tahun 1997 memang masih ramainya kesenian ketoprak di daerah saya Sindanghaji. Bahkan acara ketoprak humor yang diperankan oleh rombongan Srimulat pun tidak pernah saya lewatkan. Namun sayangnya ketoprak di kampung saya sudah tidak aktif lagi lantaran pimpinannya almarhum.

Selain ketoprak ada pula wayang kulit yang menjadi favorit atau kegemaran saya untuk selalu diikuti ke mana pun tempat pagelarannya. Selalu mencari tahu kapan dan di mana pagelaran wayang terbaru, karena nonton wayang banyak manfaatnya. Beberapa diantaranya kita bisa sedikit banyak memahami bahasa jawa halus dengan baik, mendengarkan pitutur bahasa lainnya Tontonan, Tuntunan dan Tatanan.

Makna dalam tersebut saya dapatkan dari seorang teman yang berprofesi sebagai dalang. Beliau bernama Ki Dalang Sumantoro atau Dalang Senggeh berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau sampaikan bahwa nonton wayang kulit bukan sekedar hiburan semata, akan tetapi terdapat tontonan yang bisa dijadikan tuntunan hingga tatanan hidup manusia. Semoga masyarakat Jawa sekarang khususnya bukan sekedar nonton tetapi dapat menjadikan tuntunan bahkan tatanan.

Anda membutuhkan pengobatan untuk HIV/AIDS atau penyakit berat lainnya seperti jantung, ginjal, liver dan kencing batu. Kami menyediakan Propolis dan Biyang untuk upaya anda mencari kesembuhan. 7 Paket masing-masing berisi 7 botol. Harga total Rp 3.900.000,- plus ongkos kirim. Pemesanan kontak 085871265667 atau via twitter http://www.twitter.com/bangmisno
August 06, 2015